Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret telah menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Teknik Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jembatan” pada Selasa, 10 Juni 2025, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Setyo Hardono, S.T., M.T., Widyaiswara Madya pada BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai narasumber.
Dalam kuliah tamu ini, narasumber memaparkan secara komprehensif konsep perbaikan (repair) dan perkuatan (strengthening) struktur jembatan, yang diawali dengan tahapan investigasi, evaluasi, dan aplikasi. Tahap investigasi menekankan pentingnya survei visual, pengujian lapangan dan laboratorium, serta dokumentasi desain, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai dasar pengambilan keputusan teknis.
Materi dilanjutkan dengan pembahasan berbagai jenis kerusakan struktur jembatan, meliputi retak non-struktural dan struktural, honeycomb, korosi akibat karbonasi dan klorida, serangan sulfat, hingga kerusakan akibat beban berlebih, perubahan standar (code), dan degradasi material. Narasumber menjelaskan hubungan antara gejala kerusakan (effect) dan penyebab utama (cause), baik yang berasal dari aspek perencanaan, material, pelaksanaan konstruksi, maupun kondisi layanan jembatan.
Selain itu, disampaikan pula berbagai metode pengujian struktur eksisting, seperti uji kuat tekan beton (hammer test, coring), bond strength (pull-off test), deteksi retak dan voids (UPV), pengukuran kedalaman karbonasi, kandungan klorida, aktivitas korosi, hingga pemantauan pergerakan dan lendutan struktur. Hasil pengujian tersebut menjadi dasar dalam mengevaluasi kapasitas dan kinerja struktur jembatan secara aktual.
Pada sesi perkuatan struktur, narasumber menguraikan beragam metoda perkuatan jembatan, antara lain perbesaran penampang, pendistribusian beban dengan diafragma, penambahan elemen struktur, prategang eksternal, steel plate bonding, serta penggunaan Fiber Reinforced Polymer (FRP) yang telah diatur dalam standar SNI terbaru. Selain perkuatan bangunan atas, dibahas pula perkuatan pilar, kolom, bangunan bawah, dan fondasi, termasuk strategi peningkatan kinerja gempa, aerodinamik, dan durabilitas struktur.
Diskusi diperkaya dengan studi kasus nyata, seperti penanganan Jembatan Tol Cisomang, Jembatan Ampera pasca kebakaran, serta beberapa contoh jembatan nasional dan internasional. Studi kasus tersebut memberikan gambaran aplikatif mengenai penerapan metode investigasi, perbaikan, dan perkuatan struktur jembatan dalam kondisi lapangan yang kompleks.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendekatan teknis dan praktis rehabilitasi serta pemeliharaan jembatan, sekaligus memperkuat keterkaitan antara teori akademik, standar perencanaan, dan praktik profesional. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Teknik Sipil UNS dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa pada bidang rekayasa struktur dan infrastruktur pasca konstruksi.
Materi kuliah tamu dapat didownload melalui link berikut.



